Mpu Saka, Keris ditengah Absurdisme Zaman

tung tang tung tang…bunyi suara gebukan tempaan di pagi itu di beksalen keris empu Saka Muhamad Tirta yang berlokasi di gamping Yogyakarta, sebuah wilayah perbatasan antara kabupaten bantul dan sleman yogyakarta.

Mpu Saka Muhamad Tirta adalah seorang empu,pembuat keris yang masih menggunakan cara-cara tradisional,ritual dan terkadang masih melakukan penyepuhan keris dengan tangannya,dengan tungku dan paron yg sangat sederhana empu saka membuat keris tayuhan berdapur brojol,betok dan sangkelat.

ditengah laju gilasan absurdisme modernisasi zaman,empu saka muhamad tirta lebur dalam waktu yang menggilingnya, mmenggilasnya,membawanya didepan tungku api jiwa yang tak pernah mati, selalu panas dan bergelora menghantam zaman yang makin gila..

Mpu Saka Muhamad Tirta masihlah tergolong muda,baru berumur 30 tahun dan masih berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi muhammadiyah di yogyakarta, namun adalah sebuah panggilan jiwa yang membuatnya menjadi  pembuat keris,sebuah profesi artefak kebudayaan nusantara yang menuju punah..

beberapa keris buatan empu saka langsung melayang ke beberapa pengusaha dan pejabat di sulawesi,ternate,gorontalo dan brunei darusalam.

” Keris buatan saya tidaklah bagus secara visual dan bahan yang saya gunakan sangatlah sederhana,saya memang hanya lebih fokus kepada pembuatan tuah dari keris itu,karna sesungguhnya yang utama dari keris itu adalah tuah dari keris itu. membuat keris yang memiliki tuah,tayuhan, sangatlah sulit.saat membuat keris pusaka sering datang banyak para setan,jin kafir dan manusia yang berjiwa hewan dan setan,jadi harus bisa mengusirnya agar tidak mengganggu. kalau untuk keris yang bernilai seni tinggi kita  bisa membuatnya dengan sangat mudah ,atau yang paling mudah yaitu dengan menggunakan power hammer alias mesin gebuk,tempa otomatis seperti yang di gunakan di eropa,amerika,cina,jepang dan beberapa pengusaha pembuatan keris di indonesia”. demikian ungkapnya

mpu saka menggebuk menempa potongan besi,baja dengan seorang diri,tanpa menggunakan panjak atau asisten.

“saya belum menggunakan panjak atau asisten karna belum ada yang cocok,seorang panjak haruslah memiliki jiwa dan hati yang bersih,terbebas dari sifat dan nafsu hewaniyah,syaitoniyah dan duniawiyah sebagaimana hati dan jiwa si empu pembuat keris,harus sabar dan ikhlash,lagipula tidak ada yang mau jadi panjak keris,tidak tahan kalau terkena api yang panas dan gajinya pun sangat kecil,di tambah lagi memang kualitas panjak saat ini memang loyo,kebanyakan onani di sarkem, hahahha…asu..lonte..” demikian kelakar mpu saka.

“menjadi empu keris memang sengsara hidupnya,ora ono seng penak, banyak pantangannya,banyak ritualnya,banyak doanya,hati harus tetap terjaga dari keinginan-keinginan duniawi ,tidak jatuh dalam lembah hasrat-hasrat rendah sifat dan nafsu jahat, tidak jatuh pada sifat dan hasrat rendah setan dan hewaniah,duniawiyah,harus sabar dan bisa menerima taqdirnya. mental harus kuat , kuat dari godaan dan tawaran apapun, berbeda dengan pengrajin keris,kalau pengrajin keris tidak perlu dengan sarat seperti itu, pengrajin keris ageman cukup dengan memiliki cipta rasa seni dan tehnik tempa ukir bentuk  sudah cukup untuk menghasilkan karya yang bagus,ora ono seng penak,seng penak yo dadi bakul keris,tinggal pasang harga sembarang,yg enak itu ya jadi bakul,pedagang keris colector,tinggal sebut harga sa penak e dewe,afu.. jadi sebenarnya berbeda antara empu keris dan pengrajin,serta seniman keris dan bakul keris.empu keris harus memiliki kemampuan spiritual,seni,craft dan keilmuan logam dalam menghasilkan karya  atau pusakanya dan tentu saja spiritual bukan yang bohongan atau yang main mainan seperti yang sering terjadi selama ini,kita harus melihat dengan seksama,teliti dan jernih semua itu dengan hati yang bersih dan ilmu pengetahuan agar tidak tertipu dari kepalsuan dan kebohongan kebohongan di dunia ini.zaman semakin maju namun gila ” demikian ungkap mpu saka.

Mpu Saka juga saat ini sedang menulis,menyelesaikan sebuah buku tentang keris yang rencananya akan segera diterbitkan di yogyakarta.

saat ini empu saka telah kembali ke kampung halamannya di sulawesi

alamat besalen keris Mpu Saka Muhammad Tirta : Kelurahan Bugis Kota Gorontalo,Provinsi Gorontalo , alamat facebook : Mpu Sakatirta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s